Berita

Lewat Karnaval, Tasikmalaya Siap Menuju Destinasi Industri Kreatif

Penulis: sikeladmin | Tanggal: 20-10-2017 | Jam: 3:58

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Gelaran karnaval budaya menjadi sajian pembuka ajang Tasikmalaya October Festival (TOF) 2017, Minggu (15/10/2017).

Antusiasme masyarakat yang begitu tinggi menyaksikan suguhan ragam seni budaya dan kerajinan khas lokal menandakan Tasikmalayasiap menjadi destinasi wisata berbasis industri kreatif.

Sejak pukul 06.00 masyarakat kota Tasikmalaya sudah menyemut di titik start karnaval di samping kantor Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Jumlah warga dan wisatawan terus bertambah seiring pembukaan TOF 2017 dan pelaksanaan karnaval pada pukul 08.00 WIB.

(BACA: Tasikmalaya Didorong Menjadi Kota Kuliner Halal)

Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman mengatakan, TOF 2017 merupakan bagian dari rangkaian dalam menyambut HUT Kota Tasikmalaya yang tahun ini memasuki usia 16 tahun.

"Ini pesta masyarakat Tasikmalaya, yang menjadi kebahagiaan kita semua masyarakat Tasik," ujar Budi Budiman saat sambutan pembukaannya sebagaimana siaran pers Kemenpar, Senin (16/10/2017).

(BACA: Menpar: Buat Paket Wisata Naik Kereta ke Tasikmalaya, Pasti Laku)

Ia mengatakan TOF merupakan bagian dari kalender pariwisata Tasikmalaya. Terdapat banyak kegiatan di dalamnya, mulai dari karnaval, festival kuliner juga seminar internasional.

Tasikmalaya October Festival (TOF) 2017, Minggu (15/10/2017).
Tasikmalaya October Festival (TOF) 2017, Minggu (15/10/2017).(ARSIP KEMENPAR)
"Dalam karnaval ini kita suguhkan apa yang menjadi kekuatan Tasikmalaya sebagai kota industri kreatif, di mana industri kreatif ini akan kita dorong menjadi pusat destinasi wisata produk kreatif di Jawa Barat selatan," ujarnya.

Industri kreatif di Tasik memang sudah banyak dikenal. Di antaranya seperti Batik, Mendong, dan Bordir, termasuk Kelom Geulis dan Payung Geulis.

"Mudah-mudahan kegiatan ini dapat terus dipromosikan ke tingkat nasional. Karena di tengah era globalisasi dan teknologi seperti sekarang ini, seni dan budaya adalah potensi besar yang tidak dimiliki negara lain," ujar Budi.

Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Esthy Reko Astuti mengatakan, Kemenpar akan terus mendukung daerah yang memiliki komitmen besar terhadap pariwisata. Terlebih Tasik memiliki potensi yang sangat besar.

"Khususnya di industri kreatif. Jadi Tasikmalaya sudah berada di jalur yang tepat," ujar Esthy didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya, Wawan Gunawan.

Selain atraksi di bidang industri kreatif, menurut Esthy, Tasikmalaya juga punya pendukung amenitas dan aksesibilitas yang mumpuni. Bahkan jika nanti Bandara Kertajaya Jawa Barat diresmikan, pariwisata Tasikmalaya akan semakin terangkat.

Tasikmalaya October Festival (TOF) 2017, Minggu (15/10/2017).
Tasikmalaya October Festival (TOF) 2017, Minggu (15/10/2017).(ARSIP KEMENPAR)
"Tasikmalaya harus ambil peluang itu dan Tasik bisa menjadi hub citysebagai destinasi di Priangan Timur," ujarnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi penyelenggaraan TOF 2017 karena dapat menjadi sarana promosi yang efektif dalam memperkenalkan satu daerah sehingga menjadi daya tarik wisata.

"Jawa Barat potensinya sangat besar. Pergerakan wisatawan ke Jawa Barat sangat tinggi. Tasikmalaya harus siap. Kementerian Pariwisata siap mendukung," ujar Arief Yahya. (*)